Nieke's Tumblr |
Just other Nieke's virtual home(s) :) |
ASEAN Blogger Conference diadakan di Museum Pasifika, Nusa Dua, Bali pada tanggal 16 November 2011. Acara yang juga didukung oleh bank Mandiri ini dihadari hampir 200 peserta. Dibuka dengan penyambutan pidato dari mas Iman Brotoseno selaku President of ASEAN Blogger Community chapter Indonesia. Dilanjutkan dengan pidato singkat dariBapak Menkominfo kita Tiffatul Sembiring. Kemudian dilanjutkan presentasi dari H.E. Ambassador Bpk. Hazairin Pohan selaku Advisor to ASEAN Blogger Community chapter Indonesia.
Kemudian masuk ke sesipresentasi dari masing-masing blogger asing; Philipine, Vietnam, Cambodia, Thailand, Laos, Malaysia & Brunei. Disitu mereka menjabarkan mengenai penggunaan social media & blog di negara mereka mulai dari statistik sampai dengan pengaruh social media itu sendiri di negara mereka.Kalau secara statistik sih, sudah jelas Indonesialah juwaranya;)) Rata2 di negara mereka penggunaan Facebook adalah yang paling populer bahkan juga ikut menggeseser eksistensi blog. Kemudian sedikit saja Twitter user & bahkan penggunaan G+ bisa dibilang hampir tidak ada (pdhl waktu itu ada orang dari Google juga lhoo :D ). Kemudian mereka juga membahas mengenai kebebasan berekspresi di internet. Ini menarik, dari situlah Saya merasa beruntung karena di Indonesia lebih bebas dibanding negara mereka. Seperti di Vietnam, Brunei & Kamboja misalnya. Pemerintah mereka cukup ketat mengawasi kegiatan berinternet. Lalu ada presentasi yg seru & lucu dari mas Donny BU dari internetsehat mengenai statistik pengguna social media dan blog. Saya terhibur sekali lho pada sesi ini, apalagi dengan model bahasa presentasi mas Donny yg campur2 Inggris-Indonesia membuat peserta jadi gak ngantuk. Hehehe :D

Selepas presentasi itu, para peserta dibagi ke dalam 3 kelompok diskusi diketuai oleh 3 Blogger dari Indonesia yaitu Herman Saksono, Poetra Nasution dan Agus Lahinta. Pada kesempatan diskusi peserta diharapkan dapat aktif ikut merumuskan apa saja point yang penting dimasukkan dalam deklarasi Blogger ASEAN. Hasil diskusi dari masing2 group nantinya dipresentasikan kemudian dikumpulkan menjadi satu draft deklarasi kemudian di pleno-kan. Selesai diskusi dilanjutkan dengan makan siang.

Setelah itu peserta kembali berkumpul untuk menyimak presentasi beberapa nara sumber lainnya. Ada Mike Orgill (Google Public Policy Southeast Asia). Disitu Mike menyatakan bahwa jika kita ingin ASEAN semakin terdengar, maka kita sendirilah yang harus aktif menyuarakannya di internet, ya setidaknya begitulah cara Google bekerja, bukan? ;)) Lalu ada Shinta Dhanuwardoyo (Founder of BUBU Digital Agency) yang mempresentasikan mengenai berwirausaha dengan internet. Kemudian ada Om Nukman Luthfie yg mempresentasikan mengenai fenomena bergesernya aktifitas blogging ke social media networking serta bagaimana mengoptimalkan kegiatan ngeblog dengan social media yg ada.

Dilanjutkan lagi dengan presentasi oleh Bpk. Ono W. Purbo (Indonesian IT Expert) yg juga seorang wiki-er, & mas Anggara yg mempresentasikan mengenai “Freedom of Expression”, di presentasi ini kita bisa melihat bahwa kesalahan-kesalahan berineternet juga bisa dibawa hingga ke ranah hukum. Ada beberapa kasus yang diperlihatkan oleh mas Anggara yang terjadi di Indonesia. Sanksinya mulai dari somasi sampai kepada sanksi pidana.
Kemudian acara yang juga didukung oleh bank Mandiri ini dilanjutkan dengan presentasi hasil diskusi masing-masing kelompok oleh para ketua masing-masing group. Malamnya hasil deklarasi dibacakan pada saat Gala Dinner oleh salah seorang blogger asal Kamboja, Kounila Keo.

Pada saat itu juga diadakan penerimaan penghargaan untuk 3 orang blogger yang memenangkan ASEAN Blog Writing Competition dan disuguhkan juga Bali Dance Performance dan dilanjutkan dengan photo bersama. Berikut ini adalah hasil deklarasi yg Saya kutip dariblog mbak Ajeng selaku panitia:
ASEAN Bloggers Declaration
b. Develop communication platforms, both at the national and the sub-regional levels, taking into account the interest of people participation in the rural areas of ASEAN countries.
c. Organize future activities to encourage closer contact among bloggers.
d. Mandate the Indonesian ASEAN Blogger Community President to coordinate and communicate to all their counterparts from ASEAN countries regarding development and progress achieved in accordance with the Declaration.
Bali 16 November 2011

Dan tentu saja ini tidak sampai disini saja. Seiring berjalannya waktu diharapkan point-point ini dapat diimplementasikan, dan masih banyak hal yang dapat membenahi isi deklarasi ini. Setidaknya ini dapat menjadi langkah awal dari wujud nyata “keterlibatan” blogger menuju Komunitas ASEAN 2015.
Melalui konferensi ini Saya menyadari, demi menyuarakan Komunitas ASEAN 2015, sudah saatnya blogger memanfaatkan secara maksimal sarana “media” yang dimiliki, yaitu blog (dan tentunya juga tren social media yang sangat membantu mengakat isu-isu yang sedang hangat dibicarakan). Seperti yang telah diungkapkan oleh Mike yang Saya tuliskan tadi, jika kita ingin ASEAN terdengar maka mulailah kita menyuarakannya di internet.
Kita beruntung saat internet sudah memudahkan kita untuk terhubung dengan masyarakat di seluruh dunia, bukan tidak mungkin terjalin hubungan persahabatan dan persaudaraan yang baik dengan blogger-blogger di ASEAN. ASEAN diharapkan tidak lagi merupakan perbicangan dikalangan politisi saja, tapi juga merambah ke kalangan masyarakat. Dan kita para internet user – blogger pada khususnya - inilah yang diharapkan dapat menyuarakan suara-suara masyarakat menuju Komunitas ASEAN 2015. Kenapa? Karena kita menggunakan secara aktif medianya, media sebagai penjembatan informasi tercepat, terluas, dan terbesar. Tentunya ini tidak lepas dari adanya dukungan kebebasan berpendapat serta pembenahan kualitas internet di masing-masing negara ASEAN :) .
Sumber photo-photo: http://www.flickr.com/photos/aseanblogger
posted by Nieke